Ringkasan Pemahaman Materi
Nama : Budi Riyono.
NPM : 21410473.
Demokrasi: Antara Teori dan Pelaksanannya di Indonesia
A. Pengantar : Arti, Makna, dan Manfaat Demokrasi
pada saat ini banyak dibahas tentang pemilihan langsung kepala daerah (pilkada) dan pemilihan presiden (pilpres),dimana rakyat dapat menyampaikan aspirasi atau suaranya secara langsung dalam memilih pimpinan daerah yaitu gubenur,bupati/walikota, dan presiden. pilihan terhadap pimpinan daerah dan Negara tersebut dilangsungkan dengan susunan LUBER (langsung, umum, bebas, dan rahasia). fenomena, dimana rakyat memilih langsung pimpinan pemerintah ini dikenal dengan istilah ‘demokrasi’.
demokrasi berasal dari kata yunani demos dan kratos. demos artinya rakyat, kratos berarti pemerintahan. jadi demokrasi berarti pemerintahan rakyat, yaitu pemerintahan yang rakyatnya memegang peranan yang sangat menentukan.
Manfaat Demokrasi
kehidupan masyarakat yang demokratis dimana kekuasaan Negara berada di tangan rakyatdan dilakukan dengan sistem perwakilan, dan adanya peran aktif masyarakat dapat memberikan manfaat bagi perkembangan bangsa Negara, dan masyarat. manfaat demokrasi di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Kesetaraan sebagai Warga Negara
demokrasi bertujuan memperlakukan semua orang adalah sama dan sederajat.
2. Memenuhi Kebutuhan-kebutuhan Umum
dibandingkan dengan pemerintahan tipe lain seperti sosialis dan fasis, pemerintahan yang demokratis lebih mungkin untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan rakyat biasa.
3. Pluralisme dan Kompromi
demokrasi mengadalkan debat terbuka, persuasi, dan kompromi.
4. Menjamin Hak-hak Dasar
demokrasi menjamin kebebasan-kebebasan dasar.
5. Pembaruan Kehidupan Sosial
demokrasi memungkunan terjadinya pembaruan kehidupan sosial.
B. Nilai-nilai Demokrasi
kehidupan demokrasi tidak akan datang, tumbuh dan berkembang dengan sendirinya dalam kehidupan bermasyrakat, berbangsa dan bernegara. demokrasi memerlukan usaha nyata setiap warga Negara dan perangkat pendukungnya dan dijadikannya demokrasi sebagai pandangan hidup (way of life) dalam kehidupan bernegara.
sebuah pemerintahan yang baik dapat tumbuh dan stabil bila masyrakat pada umumnya punya sikap positif dan proaktif terhadap norma-norma dasar demokrasi.oleh sebab itu, harus ada keyakinan yang luas di masyrakat bahwa demokrasi adalah sisterm pemerintahan yang terbaik disbanding dengan sisterm lainnya. untuk menumbuhkan keyakinnan akan baiknya sistem demokrasi, maka harus ada pola prilaku yang menjadi tuntunan atau norma/nilai-nilai demokrasi yang diyakini masyrakat. nilai-nilai dari demokrasi membutuhkan hal-hal berikut:
1. Kesadaran akan pluralisme
Masyrakat yang hidup demokratis harus menjaga keberagaman yang ada di mayrakat.
2. sikap yang jujur dan pikiran yang sehat
Pengambilan keputusan didasarkan pada prinsip musyawarah mufakat, dan memperhatikan kepentingan masyrakat pada umumnya.
3. Demokrasi membutuhkan kerja sama antarwarga masyarakat dan sikap serta itikad baik
Demokrasi membutuhkan kerja sama antar anggota masyarakat, untuk mengambil keputusan yang disepakati semua pihak.
4. Demokrasi membutuhkan sikap kedewasaan
Demokrasi mengharuskan adanya kesadaraan untuk dengan tulus menerima kemungkunan kompromi atua kekalahan dalam pengambilan keputusan.
5. Demokrasi membutuhkan pertimbangan moral
Demokrasi mewajibkan adanya keyakinan bahwa cara mencapai kemenangan haruslah sejalan dengan tujuan dan berdasarkan moral serta tidak menghalalkan segala cara.
C. Prinsip dan Parameter Demokrasi
suatu Negara atau pemerintahan dikatakan demokratis apabila dalam sistem pemerintahannya mewujudkan prinsip-prinsip demokrasi. Menurut Robert A. Dahl terdapat tujuh prinsip demokrasi yang harus ada dalam sistem pemerintahan,yaitu :
1. adanya control atau kendali atas keputusan pemerintahan.
2. adanya pemilihan yang teliti dan jujur.
3. adanya hak memilih dan dipilih.
4. adanya kebebasan menyatakan pendapat tanpa ancaman.
5. adnya kebebasan mengakses informasi.
6. adanya kebebasan berserikat yang terbuka.
Bagaimana dengan kondisi di Indonesia apakah sudah menerapkan prinsip-prinsip demokrasi? pertanyaan ini tidak dapat dijawab hanya dengan ya atau tidak. sistem control sudah ada yaitu DPR dan perannya sudah meningkat, namun seringkali adanya intervensi dari partai politik atau pemerintahan membuat anggota DPR tidak dapat berkerja secara optimal. Kebebasan berserikat dan berpolitik juga sudah dijamin undang-undang. UU Nomor 21 tahun 2001 dan UU Nomor 13 tahun 2003 menjamin kebebasan warga Negara untuk berserikat dan berkumpul.
Seperti dikemukakan diatas, di Indonesia, prinsip-prinsip Negara demokratis telah dilakukan, walaupun masih ada beberapa kelemahan dalam pelaksanaannya. Parameter untuk mengukur demokrasi dapat dilihat dari empat hal yaitu:
1. Pembentukan pemerintahan melalui pemilu.
2. Sistem pertnggungjawaban pemerintahan.
3. Pengaturan sistem dan distribusi kekuasaan Negara.
4. Pengawasan oleh rakyat.
D. Jenis-jenis Demokrasi
sejauh ini sudah dibahas pengertian, manfaat, prinsip, dan indicator demokrasi. demokrasi ada beberapa jenis yang disebabkan perkembangan dalam pelaksanaannya di berbagai kondisi dan tempat.
1. Demokrasi Berdasarkan Cara Menyampaikan Pendapat
a. Demokrasi langsung
dalam demokrasi langsung rakyat diikutsertakan dalam proses pengambilan keputusan untuk menjalankan kebijakan pemerintahan.
b. Demokrasi tidak langsung atau demokrasi prwakilan
demokrasi ini dijalankan oleh rakyat melalui wakil rakyat yang dipilih nya melalui pemilu.
c. Demokrasi perwakilan dengan sistem pengawasan langsung dari rakyat
demokrasi ini merupakan campuran antara demokrasi langsung dengan demokrasi perwakilan. Referendum adalah pemungutan suara untuk mengetahui kehendak rakyat secara langsung. Referendum diklasifikasikan menjadi tiga:
1). Referendum wajib
referendum ini dilakukan ketika ada perubahan atau prmbentukan norma penting dan mendasar dalam UUD (konstitusi) atau UU yang sangat politis.
2). Referendum tidak wajib
referendum ini dilaksanakan jika dalam waktu tertentu setelah rancangan undang-undang diumumkan, sejumlah rakyat mengusulkan diadakan referendum.
3). Referendum konsultatif
2. Demokrasi Berdasarkan Titik Perhatian atau Prioritas
a. Demokrasi formal
demokrasi ini secara hukum menempatkan semua orang dalam kedudukan yang sama dalam bidang politik, tnpa mengurangi kesenjangan ekonomi.
b. Demokrasi maerial
demokrasi ini memandang manusia mempunyai kesamaan dalam bidang sosial-ekonomi,sehingga persamaan bidng politik tidak menjadi prioritas.
c. Demokrasi campuran
demokrasi ini merupakan campuran dari kedua demokrasi tersebut di atas.
3. Berdasarkan Prinsip Idelogi
a. Demokrasi formal
demokrasi ini memberikan kebebasan yang luas pada induvidu.
b. Demokrasi rakyat atau demokrasi proleter
demokrasi ini bertujuan menyejahterakan rakyat.
4. Berdasarkan Wewenag dan Hubungan Antar Alat Kelengkapan Negara
a. Demokrasi sistem parlementer
b. Demokrasi sistem presidensial
E. Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia
dalam perjalanan sejarah bangsa, sejak kemerdekaan hingga sekarang, banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat kita ambil, terutama pelaksnaan semokrasi di bidang politik.ada empat macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan kita, yaitu demokrasi liberal, demokrasi terpimpin, demokrasi pancasila dan demokrasi langsung pada era reformasi.keempat demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan. mengapa dimikian? dan bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini?marilah kita simak uraian berikut.
1. Demokrasi Parlementer (Liberal)
demokrasi parlementer di pemerintahan kita telah dipraktikkan pada massa berlakunya UUD 1945 periode pertama (1945-1949) kemudian di lanjutkan pada masa berlakunya republic Indonesia serikat (RIS) 1949 UUDS 1950.
2. Demokrasi Terpimpin
kegagalan konstituante dalam menetapkan UUD baru, yang diikuti suhu pololitik yang memanas dan membahyakan keselamatan bangsa dan Negara maka pada tanggal 5 juli 1959 presiden soekarno mengeluarkan dekrit presiden.
3. Demokrasi Pancasila pada Era Orde Baru
latar belakang munculnya demokrasi pancasila adalah adanya berbagai penyelewengan dan permasalahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa berlakunya demokrasi parlementer dan demokrasi terpimpin.
4. Demokrasi Langsung pada Era Orde Reformasi
orde reformasi ini merupakan consensus untuk mengadakan demokratisisasi dalam segala bidang kehidupan.
F. Mengembangkan Sikap Demokrasi
bangsa Indonesia saat ini pada era reformasi, sedang belajar menjujung tinggi nilai-nilai demokrasi. untuk mengembangkan sikap demokrasi, maka proses pembelajaran dan pendidikan akan lebih efektif bila dimulai dari dalam keluarga dan dalam dunia pendidikan formal. Berikut ini adalah paduan yang dapat membantu orang tua menamamkan nilai-nilai demokrasi dalam diri anak:
1. memberikan perhatian dengan serius pada anak yang sedang berusaha menyampaikan perasaan, pendapat, atau cerita dengan cara memandangnya, dan jangan sampai memutuskan pendapat sebelum anak selesai menyampaikan pendapatnya.
2. mengusahakan menjadi pembicara yang baik.
3. memberikan kesempatan memperbaiki sebelum memberikan sanksi.
4. melibatkan anak dalam pengambilan keputusan.
Senin, 16 April 2012
Senin, 02 April 2012
TUGAS SOFTSKILL PENDIDIKAN KEWARGANEGRAAN
NAMA : BUDI RIYONO
NPM : 21410473
KELAS : 2IC03
A. Rasa hormat dan Tanggung jawab
Rasa hormat dimana satiap warga Negara memiliki sikap akan rasa hormat terhadap perbedaan yang ada di kehidupan bermasyrakat yaitu toleransi antar umat beragama,saling menerima pendapat orang lain.
Tanggung jawab setiap warga Negara dimanapun dan kapanpun harus memiliki sikap rasa akan tanggung jawab atas segala tindakkan atau perbuattan yang dibuat atau dilakukan.
contohnya :
> kita harus saling menghormati pendapat orang lain walaupun kita berbeda pandangan.
>rakyat miskin dalah tanggung jawab pemerintah.
B. Bersikap kritis
Sikap kritis artinya seseorang dituntut menjadi seseorang dengan tipe extraordinary yang selalu memiliki idealisme, kepekaan dan kepedulian sosial, serta keberanian menyatakan kebenaran terhadap penerapan suatu ketentuan peraturan perundang-undangan. Jalannya roda penerapan peraturan perundang-undangan merupakan salah satu bagian dari ruang kontribusi masyarakat kritis. Menyaksikan fakta pemerintahan yang belum sepenuhnya berjalan baik dan berpihak pada kemaslahatan masyarakat, masyarakat perlu bertanggung jawab melakukan kontrol lewat sikap kritis-konstruktif.
contohnya :
bila ada orang yang berusaha membelokan arah budaya yang sudah tertanam turun temurun dan berusaha merubahnya hanya karena suka atau tidak suka maka harus di tindak lanjuti agar budaya kita tetap terpelihara dengan baik jangan sampai kita kehilangan salah satu budaya hanya karena kita sudah lupa dengan budayanya sendiri.
C. Membuka diskusi dan Dialog
Membuka diskusi dan Dialog
diskusi adalah sebuah interaksi komunikasi antara dua orang atau lebih/kelompok. Biasanya komunikasi antara mereka/kelompok tersebut berupa salah satu ilmu atau pengetahuan dasar yang akhirnya akan memberikan rasa pemahaman yang baik dan benar. Diskusi bisa berupa apa saja yang awalnya disebut topik. Dari topik inilah diskusi berkembang dan diperbincangkan yang pada akhirnya akan menghasilkan suatu pemahaman dari topik tersebut.
dialog adalah proses komunikasi antara 2 atau lebih agen, dalam dialog makna harus dipertimbangkan agar memenuhi kaidah semantis dan pragmatis.
contohnya :
>Diskusi Kelompok Penyelesaian masalah dengan melibat kan kelompok-kelompok kecil.
>Dialog percakapan dengan membahas sesuatu.
D. Bersifat terbuka
Bersifat terbuka adalah salah satu hal penting yang menjadi faktor pendukung untuk keberhasilan dalam kehidupan kita,dalam hubungan antar manusia. Bersyukurlah kita yang di beri anugerah “kecakapan dalam berbicara”, karena kecakapan tersebut dapat mempengaruhi kenyamanan kita dalam berkomunikasi.
contohnya :
Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR menjelaskan, mekanisme penentuan anggaran di Banggar DPR tidak pernah dilakukan secara tertutup. Semua mekanisme terbuka. ini adalah satu contoh dari bersifat terbuka.
E. Rasional
Rasional yang mempunyai definisi yaitu dapat diterima oleh akal dan pikiran dapat ditalar sesuai dengan kemampuan otak.Hal-hal yang rasional adalah suatu hal yang di dalam prosesnya dapat dimengerti sesuai dengan kenyataan dan realitas yang ada.Biasanya kata rasional ditujukan untuk suatu hal atau kegiatan yang masuk diakal dan diterima dengan baik oleh masyarakat . Rasional juga berarti norma - norma yang sudah baku di dalam masyarakat dan telah menjadi suatu hal yang biasa dan permanen.
contohnya :
• Seorang penjahat diadili karena kejahatannya
• Seseorang diberi hadiah karena sudah menolong orang lain
• seseorang harus menabung agar menjadi orang kaya
• Seseorang tidak mempercayai hal - hal yang belum dilihatnya
• Seseorang akan lebih berhati hati pada malam hari
F. Jujur
Jujur adalah suatu perasaan atau sikap yang di miliki setiap orang, Memiliki sifat dan sikap yang jujur bagi warga negara merupakan sesuatu yang mutlak. Kejujuran merupakan kunci bagi terciptanya keselarasan dan keharmonisan hubungan antar warga negara. Sikap jujur bisa diterapkan disegala sektor, baik politik, sosial, dan sebagainya. karna jujur di ibaratkan mata uang yang bias digunakan di mana saja.
contonya :
orang Eropa membuat pernyataan atau menyampaikan informasi, bahwa ….orang pertama sekali yang sampai ke Benua Amerika adalah Cristofer Colombus…Padahal menurut sejarah yang berkembang, sebelum Colombus mendarat di Benua Amerika telah sampai kesana armada Laksmana Cheng ho. Artinya apa, tidak ada pengakuan. Dalam hal ini kita juga melihat persoalan kesesuaian antara fenomena (realitas) dengan informasi yang disampaikan.
Jadi dari uraian di atas dapat diambil semacam rumusan, bahwa apa yang disebut dengan jujur adalah sebuah sikap yang selalu berupaya menyesuaikan atau mencocokan antara Informasi dengan fenomena. Dalam agama Islam sikap seperti inilah yang dinamakan shiddiq. Makanya jujur itu ber-nilai tak terhingga.
2. > Visi dan Misi
Visi adalah biasanya merupakan tujuan besar yang akan dicapai dengan berbagai tahapan-tahapan. kalau itu dalam bentuk program maka VISI itu akan diprogram dengan tahapan/jangka pendek (biasanya setahun) dan program jangka Panjang (lima tahun sampai 30 tahun mendatang).
Misi adalah ingin terus menerus berusaha melakukan perbaikan atau cara dan tujuan untuk mencapainya.
> Dunia Pendidikan Di Era Global
Dominasi era global telah membuat para penyelenggara pendidikan terjebak dalam perasaan ketidak-pastian dengan sistem pendidikan saat ini. Hal ini disebabkanoleh tingkat kemajuan-kemajuan yang dicapai ilmu pengetahuan dan teknologi,khususnya teknologi informasi, melampaui kesiapan lembaga-lembaga pendidikan dalammen design kurikulum, metode dan sarana yang dimiliki guna menghasilkan lulusan-lulusannya memasuki sebuah era yang ditandai dengan tingkat kompetisi dan perubahanyang begitu masif dan cepat. Saat ini, persoalan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan bukan sekadar relevansi antara content yang diberikan kepada peserta didik dengankebutuhan dunia kerja supaya lulusannya siap memasuki dunia kerja, akan tetapi lebihmengarah pada apa yang harus dicermati oleh dunia pendidikan terhadap relevansidimensi paedagogies-didaktif ( antara lain : tehnik pengajaran, kurikulum, metode,tempat pembelajaran dan lainnya ) dengan
trend budaya global.Profesor Mastuhu dalam Menata Ulang Pemikiran Sitem Pendidikan Nasional dalam Abad 21
mengemukakan : “
Globalisasi sering diterjemahkan “mendunia” atau“mensejagat”. Sesuatu entitas, betapapun kecilnya, disampaikan oleh siapapun,dimanapun dan kapanpun, dengan cepat menyebar ke seluruh pelosok dunia, baik berupa ide, gagasan, data, informasi, produksi, temuan obat-obatan,
pembangunan, pemberontakan, sabotase, dan sebagainya; begitu disampaikan, saat itu pula diketahuioleh semua orang di seluruh dunia. Hal ini biasanya banyak terjadi di lingkungan politik, bisnis, atau perdagangan, dan berpeluang mampu mengubah kebiasaan, tradisi,dan bahkan budaya.Misalnya, Mc Donald’s, Berger King, Domino’s Pizza, Kentucky Fried Chicken, Jean’s, tas tangan merk Gucci dari Itali, kartu kredit City Bank, ABN Amro, dan lain sebagainya. Barang-barang ini telah mampu mengubah kebiasaan, dari sejak : makan, pakaian, dan gaya hidup seseorang atau kelompok dari “tradisi lokal” ke“tradisi global”.
Yang perlu dicermati adalah globalisasi membawa akibat terjadinya perubahanyang terus menerus dan semakin cepat. Fenomena perubahan yang kian berakselerasimemberi imperatif berbagai lembaga pendidikan yang ada untuk terus melakukan self reform jika ingin tetap mempertahankan eksistensinya di jaman yang berlari sepertisekarang. Namun, juga perlu diperhatikan bahwa jika reformasi dilakukan secaraserampangan, sekadar reaktif dan tidak visioner, justru akan menyebabkan terjadinyadegradasi kemanusiaan di masa mendatang.
sumber :
http://www.scribd.com/doc/4643968/Dunia-Pendidikan-Di-Era-Global
http://id.wikipedia.org/wiki/Rasional
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20091025204800AAuWxMN
http://stara3.blogspot.com/2010/10/pengertian-jujur.html
NPM : 21410473
KELAS : 2IC03
A. Rasa hormat dan Tanggung jawab
Rasa hormat dimana satiap warga Negara memiliki sikap akan rasa hormat terhadap perbedaan yang ada di kehidupan bermasyrakat yaitu toleransi antar umat beragama,saling menerima pendapat orang lain.
Tanggung jawab setiap warga Negara dimanapun dan kapanpun harus memiliki sikap rasa akan tanggung jawab atas segala tindakkan atau perbuattan yang dibuat atau dilakukan.
contohnya :
> kita harus saling menghormati pendapat orang lain walaupun kita berbeda pandangan.
>rakyat miskin dalah tanggung jawab pemerintah.
B. Bersikap kritis
Sikap kritis artinya seseorang dituntut menjadi seseorang dengan tipe extraordinary yang selalu memiliki idealisme, kepekaan dan kepedulian sosial, serta keberanian menyatakan kebenaran terhadap penerapan suatu ketentuan peraturan perundang-undangan. Jalannya roda penerapan peraturan perundang-undangan merupakan salah satu bagian dari ruang kontribusi masyarakat kritis. Menyaksikan fakta pemerintahan yang belum sepenuhnya berjalan baik dan berpihak pada kemaslahatan masyarakat, masyarakat perlu bertanggung jawab melakukan kontrol lewat sikap kritis-konstruktif.
contohnya :
bila ada orang yang berusaha membelokan arah budaya yang sudah tertanam turun temurun dan berusaha merubahnya hanya karena suka atau tidak suka maka harus di tindak lanjuti agar budaya kita tetap terpelihara dengan baik jangan sampai kita kehilangan salah satu budaya hanya karena kita sudah lupa dengan budayanya sendiri.
C. Membuka diskusi dan Dialog
Membuka diskusi dan Dialog
diskusi adalah sebuah interaksi komunikasi antara dua orang atau lebih/kelompok. Biasanya komunikasi antara mereka/kelompok tersebut berupa salah satu ilmu atau pengetahuan dasar yang akhirnya akan memberikan rasa pemahaman yang baik dan benar. Diskusi bisa berupa apa saja yang awalnya disebut topik. Dari topik inilah diskusi berkembang dan diperbincangkan yang pada akhirnya akan menghasilkan suatu pemahaman dari topik tersebut.
dialog adalah proses komunikasi antara 2 atau lebih agen, dalam dialog makna harus dipertimbangkan agar memenuhi kaidah semantis dan pragmatis.
contohnya :
>Diskusi Kelompok Penyelesaian masalah dengan melibat kan kelompok-kelompok kecil.
>Dialog percakapan dengan membahas sesuatu.
D. Bersifat terbuka
Bersifat terbuka adalah salah satu hal penting yang menjadi faktor pendukung untuk keberhasilan dalam kehidupan kita,dalam hubungan antar manusia. Bersyukurlah kita yang di beri anugerah “kecakapan dalam berbicara”, karena kecakapan tersebut dapat mempengaruhi kenyamanan kita dalam berkomunikasi.
contohnya :
Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR menjelaskan, mekanisme penentuan anggaran di Banggar DPR tidak pernah dilakukan secara tertutup. Semua mekanisme terbuka. ini adalah satu contoh dari bersifat terbuka.
E. Rasional
Rasional yang mempunyai definisi yaitu dapat diterima oleh akal dan pikiran dapat ditalar sesuai dengan kemampuan otak.Hal-hal yang rasional adalah suatu hal yang di dalam prosesnya dapat dimengerti sesuai dengan kenyataan dan realitas yang ada.Biasanya kata rasional ditujukan untuk suatu hal atau kegiatan yang masuk diakal dan diterima dengan baik oleh masyarakat . Rasional juga berarti norma - norma yang sudah baku di dalam masyarakat dan telah menjadi suatu hal yang biasa dan permanen.
contohnya :
• Seorang penjahat diadili karena kejahatannya
• Seseorang diberi hadiah karena sudah menolong orang lain
• seseorang harus menabung agar menjadi orang kaya
• Seseorang tidak mempercayai hal - hal yang belum dilihatnya
• Seseorang akan lebih berhati hati pada malam hari
F. Jujur
Jujur adalah suatu perasaan atau sikap yang di miliki setiap orang, Memiliki sifat dan sikap yang jujur bagi warga negara merupakan sesuatu yang mutlak. Kejujuran merupakan kunci bagi terciptanya keselarasan dan keharmonisan hubungan antar warga negara. Sikap jujur bisa diterapkan disegala sektor, baik politik, sosial, dan sebagainya. karna jujur di ibaratkan mata uang yang bias digunakan di mana saja.
contonya :
orang Eropa membuat pernyataan atau menyampaikan informasi, bahwa ….orang pertama sekali yang sampai ke Benua Amerika adalah Cristofer Colombus…Padahal menurut sejarah yang berkembang, sebelum Colombus mendarat di Benua Amerika telah sampai kesana armada Laksmana Cheng ho. Artinya apa, tidak ada pengakuan. Dalam hal ini kita juga melihat persoalan kesesuaian antara fenomena (realitas) dengan informasi yang disampaikan.
Jadi dari uraian di atas dapat diambil semacam rumusan, bahwa apa yang disebut dengan jujur adalah sebuah sikap yang selalu berupaya menyesuaikan atau mencocokan antara Informasi dengan fenomena. Dalam agama Islam sikap seperti inilah yang dinamakan shiddiq. Makanya jujur itu ber-nilai tak terhingga.
2. > Visi dan Misi
Visi adalah biasanya merupakan tujuan besar yang akan dicapai dengan berbagai tahapan-tahapan. kalau itu dalam bentuk program maka VISI itu akan diprogram dengan tahapan/jangka pendek (biasanya setahun) dan program jangka Panjang (lima tahun sampai 30 tahun mendatang).
Misi adalah ingin terus menerus berusaha melakukan perbaikan atau cara dan tujuan untuk mencapainya.
> Dunia Pendidikan Di Era Global
Dominasi era global telah membuat para penyelenggara pendidikan terjebak dalam perasaan ketidak-pastian dengan sistem pendidikan saat ini. Hal ini disebabkanoleh tingkat kemajuan-kemajuan yang dicapai ilmu pengetahuan dan teknologi,khususnya teknologi informasi, melampaui kesiapan lembaga-lembaga pendidikan dalammen design kurikulum, metode dan sarana yang dimiliki guna menghasilkan lulusan-lulusannya memasuki sebuah era yang ditandai dengan tingkat kompetisi dan perubahanyang begitu masif dan cepat. Saat ini, persoalan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan bukan sekadar relevansi antara content yang diberikan kepada peserta didik dengankebutuhan dunia kerja supaya lulusannya siap memasuki dunia kerja, akan tetapi lebihmengarah pada apa yang harus dicermati oleh dunia pendidikan terhadap relevansidimensi paedagogies-didaktif ( antara lain : tehnik pengajaran, kurikulum, metode,tempat pembelajaran dan lainnya ) dengan
trend budaya global.Profesor Mastuhu dalam Menata Ulang Pemikiran Sitem Pendidikan Nasional dalam Abad 21
mengemukakan : “
Globalisasi sering diterjemahkan “mendunia” atau“mensejagat”. Sesuatu entitas, betapapun kecilnya, disampaikan oleh siapapun,dimanapun dan kapanpun, dengan cepat menyebar ke seluruh pelosok dunia, baik berupa ide, gagasan, data, informasi, produksi, temuan obat-obatan,
pembangunan, pemberontakan, sabotase, dan sebagainya; begitu disampaikan, saat itu pula diketahuioleh semua orang di seluruh dunia. Hal ini biasanya banyak terjadi di lingkungan politik, bisnis, atau perdagangan, dan berpeluang mampu mengubah kebiasaan, tradisi,dan bahkan budaya.Misalnya, Mc Donald’s, Berger King, Domino’s Pizza, Kentucky Fried Chicken, Jean’s, tas tangan merk Gucci dari Itali, kartu kredit City Bank, ABN Amro, dan lain sebagainya. Barang-barang ini telah mampu mengubah kebiasaan, dari sejak : makan, pakaian, dan gaya hidup seseorang atau kelompok dari “tradisi lokal” ke“tradisi global”.
Yang perlu dicermati adalah globalisasi membawa akibat terjadinya perubahanyang terus menerus dan semakin cepat. Fenomena perubahan yang kian berakselerasimemberi imperatif berbagai lembaga pendidikan yang ada untuk terus melakukan self reform jika ingin tetap mempertahankan eksistensinya di jaman yang berlari sepertisekarang. Namun, juga perlu diperhatikan bahwa jika reformasi dilakukan secaraserampangan, sekadar reaktif dan tidak visioner, justru akan menyebabkan terjadinyadegradasi kemanusiaan di masa mendatang.
sumber :
http://www.scribd.com/doc/4643968/Dunia-Pendidikan-Di-Era-Global
http://id.wikipedia.org/wiki/Rasional
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20091025204800AAuWxMN
http://stara3.blogspot.com/2010/10/pengertian-jujur.html
Langganan:
Komentar (Atom)